Arsip Bulanan: September 2012

Menyorot sekilas tentang feed additive

Standar

Feed additive selama ini dikenal sebagai pakan yang ditambahkan kepada suatu pakan yang disusu oleh berbagai macam bahan pakan. Aditif pakan bukan merupakan bahan pakan. Selama ini aditif pakan ditambahkan kepada pakan dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas pakan. Kualitas pakan perlu ditingkatkan karena hal ini terkait dengan asupan nutrien yang nantinya akan didapatkan oleh ternak setelah mengkonsumsi pakan. nutrien yang bagus dapat meningkatkan produktivitas ternak. Pada umumnya aditif pakan dikenal dalam dua jenis yang bersifat alami dan sintesis. Aditif pakan yang bersifat alami contohnya adalah fitobiotik, prebiotik, probiotik dan lain sebagainya. Sedangkan aditif pakan yang bersifat sintetis contohnya adalah antibiotik. Pada umumnya antibotik ketika dikonsumsi oleh ternak dapat meninggalkan residu dalam tubuh ternak. Hal ini akan memicu dan mnegakibatkan manusia yang mengkonsumsi produk ternak tersebut menjadi kurang sehat.

Pada era sekarang para peternak cenderung beralih pada herbal. Hal ini dilakukan dengan dalil bahwa herbal lebih amat, sehat digunakan untuk ternak meskipun memerlukan waktu yang agak lama untuk memberikan sebuah rangsangan terhadap produksi hasil ternak. Disamping itu, banyak pula yang terkadang sedikit pemahaman yang keliru berkaitan dengan penambahan aditif pakan. Tidak jarang dilapang kini dijumpai berkaitan dengan penggunaan aditif pakan terhadap pakan yang sudah bagus kualitasnya. Jika hal ini dipertanyakan kenapa pakan yang sudah berkualitas kemudian masih ditambahkan aditif padahal penambahan aditif tersebut dapat menambah biaya produksi pakan. Yang perlu ditekankan adalah penggunaan aditif pakan tersebut itu digunakan pada pakan yang mempunyai kualitas rendah sehingga pakan yang berkualiatas rendah tersebut berpotensi untuk menjadi pakan yang berkualitas lebih baik. Akan tetapi tidak mutlak hal ini dilakukan dan bisa persis seperti itu, apalagi jika melihat lingkungan dan genetik yang mempunyai peranan besar dalam produksi ternak. Karen penambahan aditif pakan pada kondisi tersebut untuk menunjang produksi ternak.

Standar

Semakin hari secara otomatis usia manusia akan berkurang. Hal ini diiringi pula dengan banyaknya dinamika yang telah dialami sehingga bisa dijadikan sebagai pengalaman hidup ini. Seiring dengan hal tersebut tuntutan untuk bisa beradaptasi dengan orang lain merupakan salah satu point yang perlu mendapat sebuah perhatian. Tidak jarang ditemui banyaknya orang yang tidak “krasan” tinggal disuatu tempat atau komunitas tertentu atau mungkin dikelas tempat belajar dan dibeberapa tempat yang lain. Akan tetapi ada sebuah pertanyaan besar yang sekiranya perlu untuk menjadi bahan renungan bersama yakni “apakah kita akan membiarkan hal ini terjadi secara berangsur – angsur ataukah kita akan menghentikannya?” Pertanyaan tersebut akan direspon bermacam – macam tergantung dengan pihak yang menilai dari sudut pandang mana sekiranya mereka ingin menilai.

Beberapa hal diatas ketika terjadi, maka hal itu adalah suatu hal yang wajar. Mengapa demikian? karena manusia satu sama lain itu berbeda. Hal ini merupakan suatu keunikan dan kebesaran Tuhan Yang maha Esa. Satu jenis manusia akan tetapi mempunyai sifat yang beranekaragam. lalu bagaimana kita akan menghadapi hal ini ?????…. Ada beberapa hal yang mungkin kita bisalalukan untuk meminimalisir hal tersebut sehingga memudahkan kita untuk beradaptasi diantaranya adalah kita belajar mengenal orang lain, ketika sudah kenal maka kita coba untuk pahami maka kita akan mengerti dan bisa menempatkan diri untuk menghadapi orang lain tersebut. Ketika sudah bisa saling memahami maka akan mudah untuk saling tolong menolong saling menasihati untuk bersama menjadi lebih baik lagi.

Ada beberapa hal yang mungkin banyak manusia tidak disadari adalah ” Terlalu membanggakan sifat atau karakter yang selama ini dimilikinya tanpa berfikir lebih jauh apakah hal tersebut bisa diterima sekelilingnya ataukah tidak”. Kenapa kita sebagai manusia tidak mencoba untuk bisa menyesuaikan sifat kita dengan sekeliling kita. saling menghargai satu sama lain bukan menonjolkan egonya. Memang tidak bisa disalahkan ketika terdapat manusia yang bersifat demikian. Karena bagaimanapun juga manusia satu dengan lainnya berasal dari latar belakang yang berbeda – beda dan tidak bisa dipungkiri ketika segala sesuatu yang menempel pada seseorang itu merupakan sebuah salah satu dampak dari lingkungan yang ada disekelilingnya. Hal penting yang perlu menjadi sebuah catatan adalah belajar menghargai satu sama lain, saling menasihati satu sama lain untuk bersama menjadi lebih baik. Belajar untuk merajur semua perbedaan diantara kita. Memang kita beda akan tetapi bukan untuk dibeda – bedakan satu sama lainnya. Mari bersama berlomba – lomba dalam kebaikan untuk bersama menuju Ridlo-Nya…..