kepemimpinan

Standar

TUGAS TERSTRUKTUR
KAPITA SELEKTA
“ KEPEMIMPINAN ”

Oleh :

LESTARININGSIH
0810550149

FAKULTAS PETERNAKAN
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2010
Kepemimpinan
Banyak sekali pendapat yang mengemukakan tentang sebuah kepemimpinan. Setiap manusi pada dasarnya adalah pemimpin baik laki – laki maupun perempuan paling tidak bisa menjadi pemimpin untuk dirinya sendiri dalam situasi dan kondisi apaupn dan dimanapun mereka berada. Manusia adalah makhluk yang mulia telah dianugerahi akal dan pikiran untuk dapat membedakan yang baik dan yang buruk. Inilah salah satu hal yang membedakan manusia dengan makhluk lainnya sebagaimana dulu ketika manusia sebelum diciptakan pada waktu Allah menawarkaan kholifah dimuka bumi maka dari semua makhluk manusialah yang bersedia memikul amanah ini. Secara umum Pengertian Kepemimpinan dapat diuraikan sebagai berikut :
a. Hubungan antara seorang dengan orang lain (GeorgeTerry, 1984).
b. Kemampuan untuk mempengaruhi Kelompok orang kearah pencapaian tujuan (Robbins, 1993).
c. Pengaruh antar pribadi yang dilakukan dalam suatu situasi melalui komunikasi untuk pencapaian tujuan (Thomas Gordon, 1989).
Jadi kepemimpinan adalah Kegiatan untuk mempengaruhi dengan cara mengorganisir, menggerakkan, mengarahkan bawahan untuk melaksanakan tujuan tertentu.
Dari uraian diatas maka dapat diketahui batasan – batasan dari seorang pemimpin adalah sebagai berikut :
a. Adanya pemimpin dan orang lain yang dipimpin atau pengikutnya
b. Adanya upaya atau proses mempengaruhi dari pemimpin kepada orang lain melalui berbagai kekuatan.
c. Adanya tujuan akhir yang ingin dicapai bersama dengan adanya kepemimpinan itu.
d. Pemimpin dapat diangkat secara formal atau dipilih oleh pengikutnya
e. Kepemimpinan berada dalam situasi tertentu baik pengikut maupun lingkungan eksternal
f. Kepemimpinan merupakan kegiatan menuntun, membimbing, memandu dan menunjukkan jalan yang benar.
QS Al baqarah : 30
“ Dan ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat , aku hendak menjadikan khalifah dibumi, mereka berkata, apakah engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah disana sedangkan kami bertasbih padaMu ? Dia berfirman, sungguh aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui. ”
QS. An nisa’ : 59
Wahai orang – orang yang beriman taatilah Allah dan Rasulnya dan ulil amri ( pemegang kekuasaan yang memegang al qur’an dan sunnah ) diantara kamu, kemudian jika kamu berbeda pendapat tentang sesuatu maka kembalilah kepada Allah dan Rasul, jika kiamu beriman kepada Allah dan Rasul dan hari kemudian yang demikian itu lebih utama dan lebih baik akibatnya.
QS, Al Qasas : 41
Dan kami jadikan mereka pemimpin yang mengajak manusia keneraka dan pada hari kiamat mereka tidak akan ditolong.
QS. Al Ahzab : 67
Dan mereka berkata “ Ya Tuhan kami sesunggunya kami telah mentaati para pemimpin dan para pembesar kami lalu mereka menyesatkan kami dari jalan yang benar.
Dari ayat diatas dapat diketahui bahwa Allah telah menjadikan khalifah dibumi dan manusialah yang menerima amanah tersebut akan tetapi manusia menjadi pemimpin ada dua hal yakni pemimpin yang membawa kepada kebaikan dan pemimpin yang membawa kepada kebinasaan. Maka dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan tidak hanya urusan dunia akan tetapi juga urusan akhirat sehingga masing – masing dari manusia akan dimintai pertanggungjawabannya diakhirat kelak.
Allah menciptakan manusia dengan hubungan persaudaraan antar satu orang dengan yang lainnya. Jika tidak disatukan dengan agama maka hati manusia akan pecah sehingga perlu persamaan persepsi dalam satu kepemimpinan. Sebagaimana pada QS Ali Imron : 103 Allah menjelaskan agar manusia berpegang teguh dijalan Allah dengan berjama’ah.
Pemimpin yang ideal adalah pemimpin yang mampu mencintai anak buahnya dan begitu pula anak buahnya bisa mencintai pemimpinnya. Dalam sebuah organisasi pemimpin ibarat seorang sopir yang mengemudikan kendaraannya. Sang sopir mempunyai tanggungjawab besar atas keselamatan warganya dalam kendaraan tersebut. Pemimpin adalah coordinator kelompok yang harus mengkoordinir anggotanya akan tetapi pemimpin bukan seorang bos yang seenaknya menyuruh aggotannya. Oleh karena itu pemimpin dalam organisasi mempunyai peranan yang penting diantaranya adalah :
1) Sebagai pengatur, pengarah aktivitas organisasi untuk mencapai tujuan
2) Penanggungjawab dan pembuat kebijakan organisasi
3) Pemersatu dan memotivasi bawahannya dalam melaksanakan
4) Pelopor dalam menjalankan aktivitas manajemen
5) Penggerak dalam memajukan Perusahaan
Ketika seorang pemimpin menjumpai konflik dalam sebuah organisasi maka harus cepat mengambil sebuah keputusan untuk memutus rantai konflik tersebut karena apabila dibiarkan maka semakin lama rantai konfik akan semakin panjang dan ini bisa menjadi virus untuk anggota yang lainnya yang akan menimbulkan konflik pula.
Pemimpin juga menjadi petunjuk warga yang dipimpin. Pemimpin yang baik akan membawa warganya menuju jalan kebaikkan begitu pula pemimpin yang buruk akan membawa warganya menuju kebinasaan. Dalam dunia kepemimpinan haruss ada ikatan batin antara pemimpin dengan anggota dan anggota satu dengan anggota lainnya. Ikatan batin atau ikatan emosional ini bisa dibangun dengan adanya sebuah kepercayaan yang diberikan. Hal ini penting dalam kepemimpinan karenak ketika dalam sebuah kepemimpinan tidak ada ikatan batin atau emosi maka bisa menyebabkan sebuah kehancuran karena tidak adanya kepercayaan satu sama lain yang akhirnya member efek tidak percaya kepada yang lainnya.
Pemimpin dalam islam adalah sebuah amanah. Umar Bin Khotob mengatakan bahwa tidak ada persatuan kecuali dengan adanya kepemimpinan dan tidak ada kepemimpinan tanpa adanya sebuah kerelaan. Oleh karena itu tidak salah ketika pemimpin itu laksana pelayan. Pelayan yang siap melayani majikannya yakni warga yang dipimpinnya agar hidup sejahtera.
Dalam QS Al Ahzab : 21 dijelaskan bahwa setiap segala sesuatu harus dimusyawarahkan. Hal ini memberikan sebuah wacana kepada para pemimpin dalam mengambil sebuah keputusan agar tidak mengambil keputusan secara otoriter akan tetapi keputusan yang diambil adalah keputusan bersama warganya.

Dalam sebuah kepemimpina pada umunya terdapat bermacam – macam gaya kepemimpina. Macam Gaya Kepemimpinan digunaka untuk menunjukkan cirri khas tertentu agar mudah untuk dikenali. Beberapa macam gaya kepemimpinan tersebut adalah sebagai berikut :
1) Gaya Otoriter/Otokrasi, yaitu pengambilan keputusan dalam segala hal terpusat pada seorang pimpinan.
2) Gaya Demokratik, yaitu pengambilan keputusan seorang pemimpin mengikutsertakan bawahan
3) Gaya Delegatif (Laissez Faire) yaitu pengambilan keputusan mendelegasikan wewenangnya kepada bawahan untuk mencapai tujuan yang perusahaan diinginkan
Untuk menerangkan gaya kepemimpinan yang paling tepat (efektif) menurut pendekatan situasional ada beberapa dasar hubungan yaitu hubungan antara:
1. Tingkat (kadar) bimbingan dan perilaku tugas yang diberikan pemimpin pada bawahannya.
2. Tingkat (kadar) dukungan semi emosional (perilaku hubungan) yang disediakan pemimpin.
3. Tingkat kesiapan (kematangan) yang dipenlihatkan pengikut dalam melaksanakan tugas, banyaknya dengan tujuan terbaik.
Yang dimaksud dengan Perilaku Tugas adalah kadar sejauh mana pemimpin menyediakan arahan kepada para bawahannya (pengikut), misalnya : memberikan
– Ketentuan yang harus dilakukan
– Kapan melakukannya
– Dimana dan bagaimana melakukannya
Sedangkan perilaku hubungan adalah kadar sejauh mana pemimpin melakukan hubungan dua arah dengan pengikutnya (para karyawan/anggota) dalam hal ini misalnya, adanya:
• Dukungan yang diberikan pada bawahan untuk menyelesaikan tugas.
• Menciptakan suasana kompak, saling membawahi.
Kematangan (maturity) adalah kemampuan (ability) dan kemauan (willingness) dan orang-orang (pengikut) untuk memikul tanggung jawab yang dibebankan kepadanya.
Kematangan dalam hal ini dapat dibagi 2 macam:
1. Kematangan pekerjaan (kemampuan). Kematangan ini menyangkut kemampuan untuk melakukan sesuatu, misalnya : tingkat pengetahuan dan ketrampilan, serta pengalaman yang dimiliki.
2. Kematangan psikologis (kemauan). Kematangan yang menyangkut kemauan atau metabolisme untuk melakukan sesuatu yang berhasil dan d ininya. Kematangan ini berkaitan juga dengan rasa percäya diri, dan yakin bahwa dirinya mampil dalam melaksanakan tugas tersebut.
Harsey dan blanchard membagi-bagi macam gaya kepemimpinan yang didasarkan pada tingkat hubungan antara perilaku tugas dan perilaku hubungan, yaitu:
1. Gaya memberitahukan (telling) Yaitu gaya kepemimpinan, dimana seorang pemimpin menentukan peranan dan mengarahkan/memberitahukan anak buahnya tentang apa (what), mengapa (why), kapan (when) dan bagaimana (why) pekerjaan itu dilakukan.
2. Gaya Menjajakan (selling) Yaitu gaya kepemimpinan dimana disamping seorang pemimpin memberikan pengarahan, juga berusaha melalui komunikasi dua arab berusaha again bawahan ikut serta (ikut andml) dalam perilaku yang diinginkan oleh pemimpin tersebut.
3. Gaya Mengikut Sertakan (participating) Yaitu gaya kepemimpinan dimana seorang pemmmpin mengikutsertakan bawahannya (pengikut) dalam mengambil keputusan dan kebijakan organisasi.
4. Gaya mendelegasikan Yaitu gaya kepemimpinan dimana seorang pemimpin mendelegasikan wewenang pada bawahannya dalam mengambil keputusan berkaitan dengan pelaksanaan tugas-tugasnya dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Berkaitan dengan pengaplikasian kepemirnpinan ini ada beberapa hal yang perlu dipenhatikan:
1. Dalam kepemimpinan situasional, sebaiknya seorang pemimpin membantu pengikutnya untuk menambah kematangan mereka.
2. Perkembangan kematangan pengikut ini sebaiknya diikuti ôleh perubahan/penyesuaian gaya/perilaku.
3. Perilaku/gaya kepemimpinan yang paling tepat untuk para pengikut yang tidak matang adalah perlakuan tugas yang tinggi dengan pembeirian arahan yang kuat oleh pemimpin.
4. Meningkatnya kematangan orang (pengikut) yang sebelumnya kurang matang sebaiknya diikuti dengan penguatan positif.
5. Pada saat pengikut mencapai tingkat kematangan yang tinggi, pemimpin sebaiknya tidak hanya menanggapi dengan menurunkan tingkat arahan dan pengawasan (perilaku tugas), tetapi juga menurunkan tingkat perilaku hubungan.
Ada beberapa langkah yang perlu dilakukan untuk memilih kepemimpinan yang paling tepat, sebagai berikut
1. Menentukan/memutuskan bidang aKtivitas atau pendapat dari pengikut yang akan dipengairuhi.
2. Menentukan tingkat kematangan (kemampuan dan motivasi) para pengikutnya (bawahan) pada masing-masing bidang pekerjaannya.
3. Pemilihan gaya kepemimpinan yang sesuai dengan kondisi kematangan dibidang pekerjaan para pengikutnya (bawahannya).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s