masyarakat madani

Standar

BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Istilah masyarakat madani yang sudah sering didengar tapi belum banyak di kenal, saat ini belum memiliki kerangka aplikasinya,meskipun sudah banyak artikel , pidato dan diskusi mempermasalahkannya.Tepatkah terminologi ‘’civil society’’ atau “independen society” sering digunakan sebagai terjemahan masyarakat madani???? Sampai seberapa dalam kandungan maknanya mampu merefleksikan hakikat dan aplikasi masyarakat yang di bangun diatas tatanan “ukhuwah islamiyah” sesaat setelah Rasulllah hijrah ke Madinah??????
Dalam bukunya yang berjudul “Masyarakat Madani” Prof.Dr.Akram Dhiyauddin Umari mengatakan bahwa Aisyah pernah berkata:
“Allah mentakdirkan terjadinya perang Bu’ats sebelum kedatangan Rasul.Ketika Rasul tiba di madinah mereke terbagi menjadi rival yang berseteru dan orang – orang yang berpengaruh di kalangan mereka terbunuh dan terluka.Allah menakdirkan semua ini terjadi sebelum datangnya Nabi,sehingga mereka dapat (bersedia) menerima dan memeluk islam”
Masyarakat madani yang sedang dikembangkan sekarang ini mempunyai sejarah tersendiri.Disini akan diselidiki konsep tersebut sebagai suatu bentuk dialog islam dengan modernisasi.Selanjutnya dilihat juga posisi masyarakat dan negara dalam islam.Masyarakat madani kadang dipahami atau diterjemahkan dari konsep civil society yang lahir dibarat pada abad 18 dengan tokohnya John Locke atau Montesquieu yang dimaksudkan mencegah lahirnya pemerintah otoriter melalui kontrol dari masyarakat.
Masyarakat madani merupakan masyarakat yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, maju dalam penguasaan ilmu dan teknologi, dan merupakan masyarakat yang beradab. Pengetahuan tentang masyarakat madani memang sangatlah penting sebagai cerminan kita dalam menjalani hidup ini, dengan berbagai kebaikan yang ada dalam masyarakat tersebut, diharapkan kita bias menirunya. Bahkan dalam Al Quran Allah swt. memberikan ilustrasi masyarakat ideal sebagai gambaran masyarakat madani dengan firman-Nya:
“ (Negerimu) adalah negeri yang baik dan (Tuhanmu) adalah Tuhan Yang Maha Pengampun”. (Saba’ : 15)
Dengan adanya firman Allah swt dalam Al Quran tersebut hendaknya kita bisa meniru bagaimana semua sifat baik dari masyarakat madani yang bahkan disimbolkan sebagai masyarakat ideal oleh Allah swt.Lalu seperti apakah masyarakat madani yang ada saat ini????kita akan membahasnya lebih lanjut.

1.2 Topik Bahasan
1.2.1 Pengertian tentang masyarakat madani sebagai masyarakat yang beradab,
1.2.2 Contoh masyarakat madani seperti diceritakan dalam Al Quran,
1.2.3 Sejarah masyarakat madani
1.2.4 Ciri-ciri masyarakat madani,
1.2.5 Bagaimana mewujudkan masyarakat madani sebagaimana telah di tulis dalam Al Qura,
1.2.6 Masyarakat madani Indonesia
1.2.7 Tiga pilar penyokong tegaknya dakwah
1.3 Tujuan Penulisan Makalah
1.3.1 Untuk mengetahui masyarakat madani sebagai masyarakat yang beradab dan menguasai ilmu dan teknologi.
1.3.2 Dapat menerapkan bagaimana kehidupan masyarakat madani yang sangat ideal sehingga dapat menimbulkan keamanan, kenyamanan, dan ketentraman dalam hidup bermasyarakat ini.

BAB 2
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian
Masyarakat madani adalah masyarakat yang beradab, menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, maju dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Karena itu dalam filsafat, sejak filsafat Yunani sampai filsafat Islam dikenal istilah madinah atau polis, yang berarti kota, yaitu masyarakat yang maju dan berperadaban.Madani juga berarti peradapan,sebagaimana kata Arab lainnya seperti hadlari,tsaqafi,atau tamadun.Konsep masyarakat madani bagi orang arab memang mengacu pada hal-hal yang ideal dalam kehidupan.
Kata madani merupakan penyifatan terhadap kota Madinah, yaitu sifat yang ditunjukkan oleh kondisi dan system kehidupan yang berlaku di kota Madinah. Kondisi dan sistem kehidupan itu menjadi populer dan dianggap ideal untuk menggambarkan masyarakat yang Islami, meskipun penduduknya terdiri dari berbagai macam keyakinan.
Bahkan dalam Al Quran Allah swt berfirman tentang masyarakat madani dan memberikan ilustrasi masyarakat ideal, sebagai gambaran dari masyarakat madani dengan firman-Nya :
“ (Negerimu) adalah negeri yang baik dan (Tuhanmu) adalah Tuhan Yang Maha Pengampun.” (Saba’ : 15)
Masyarakat madani juga bisa berarti suatu lingkungan interaksi sosial yang berada diluar pengaruh Negara yang tersusun dari lingkungan masyarakat paling akrab (keluarga), asosiasi-asosiasi sukarela, dan gerakan kemasyarakatan lainnya serta berbagai bentuk lingkungan dimana didalamnya masyarakat menciptakan kreativitas mengatur dan memobilisasi diri mereka sendiri tanpa keterlibatan Negara.
Dan dalam istilah yang lain, referensi masyarakat madani ada pada kota madinah, sebuah kota yang sebelumnya bernama Yastrib di wilayah Arab, di mana masyarakat islam dibawah kepemimpinan Nabi Muhammad saw di masa lalu pernah membangun peradaban tinggi
Ada dua paramadigma besar yang menjadi dasar perdebatan mengenai masyarakat madani yaitu:Demokrasi sosial Klasik dan Neoliberalisme.
1) Demokrasi sosial klasik (Demokrasi sosial gaya lama)
Ini memandang pasar bebas sebagai sesuatu yang menghasilkan banyak dampak negatif.Demokrasi ini memiliki ciri- ciri sebagai berikut:
 Keterlibatan negara yang cukup luas dalam kehidupan ekonomi dan sosial.
 Negara mendominasi masyarakat madani
 Peran pasar yang dibatasi ekonomi sosial atau campuran
 Pemberdayaan SDM secara maksimal
 Kesadaran okologis yang rendah
 Internasionalisme
2) Neoliberalisme (Thatcherisme)
Ini cenderung memusuhi pemerintah.Menurut Giddens(2000:9) ciri- ciri neoliberalisme:
 Pemerintah minimal
 Masyarakat madani yang otonom
 Kemudahan pasar tenaga kerja
 Penerimaan ketiaksamaan
 Negara kesejahteraan sebagai jaring pengaman
 Kesadaran ekologis yang rendah
Masyarakat madani merupakan konsep yang berwayuh wajah:memiliki banyak arti atau sering diartikan dengan makna yang berbeda- beda.Bila merujuk kepada bahasa inggris ia berasal dari kata civil society atau masyarakat sipil, sebuah kontraposisi dari masyarakat militer.Konsep civil society lahir dan berkembang dari sejarah pergumulan masyarakat.Menurut AS Hikam ini adalah satu wilayah yang menjamin berlangsungnya perilaku,tindakan,dan refleksi mandiri tidak terdukung oleh kehidupan material, ddan tidak terserap didalam jaringan-jaringan kelembagaan politik resmi.
Dalam pengertian pertama civil Society bersifat deskriptif sedang dalam pengartian kedua ia bersifat normatif dalam artian fokus perhatian dititik beratkan pada norma yang menjadi fundamen masyarakat dan mengatur tata hidupnya.Yang jelas ini sering dihubungkan denga demokrasi.Karena itu konsep ini mempunyai pertalian erat dengan konsep lain seperti kewarganegaraan , demokrasi, konstitusionalisme, kapital sosial, hingga pemilikan pribadi (kumar:2000).

2.2 Contoh Masyarakat Madani
Ada 2 kelompok masyarakat dalam sejarah yang terdokumentasi sebagai masyarakat madani, yaitu :
Pertama, masyarakat negeri Saba’, yaitu masyarakat pada masa Nabi Sulaiman as. Keadaan masyarakat Saba’ yang diceritakan dalam Al Quran itu mendiami negeri yang baik, subur, dan nyaman. Di tempat itu terdapat kebun dengan tanamannya yang hidup dengan subur, tersedia rizki yang melimpah, terpenuhi kebutuhan hidup masyarakatnya. Negeri yang indah itu merupakan wujud kasih saying Allah awt yang disediakan bagi masyarakat Saba’. Allah swt juga Maha Pengampun apabila terjadi kealpaan apada masyarakat tersebut. Karena itu Allah swt memerintahkan masyarakat Saba’ untuk bersyukur kepada Allah yang telah menyediakan segala kebutuhan hidup mereka. Kisah keadaan masyarakat Saba’ ini begitu populer dengan ungkapan Al Quran : Baldah thayyibah wa rabb ghafur. Tapi sayangnya, setelah beberapa waktu berlalu, penduduk negeri Saba’ yang dulunya begitu patuh kepada Allah kemudian ingkar (kafir) dan maksiat kepada Allah. Sehingga akhirnya mereka mendapat murka Allah dengan mengalami kebinasaan (baca: QS. Saba’ 16).
Kedua, masyarakat kota Yastrib setelah terjadi traktat, perjanjian Madinah antara Rasulullah saw beserta umat islam dengan penduduk Yastrib yang beragama Yahudi dan Watsani dari kaum Aus dan Khazraj. Madinah adalah nama kota di Negara Arab Saudi, sebagai nama baru kota Yastrib, tempat yang didiami oleh Rasulullah saw sampai akhir hayat beliau sesudah hijrah. Perjanjian Madinah berisi kesepakatan beberapa unsur masyarakat yang heterogen, baik dari segi keyakinan maupun kebangsaan, untuk saling tolong menolong, menciptakan kedamaian dalam kehidupan sosial, menjadikan Rasulullah sebagai pemimpin yang bijaksana dengan ketaatan penuh terhadap keputusannya, dan memberikan kebabasan bagi para penduduknya untuk memeluk serta beribadah sesuai dengan ajaran agama yang dianutnya. Masyarakat Madinah yang dipimpin oleh Rasulullah saw ini dipandang oleh banyak ahli sejarah sebagai bibit negara demokratis pertama di dunia. Tetapi sayangnya, beberapa klan Yahudi satu persatu melakukan pengkhianatan sehingga akhirnya mereka diusir dari madinah.
2.3 Sejarah Masyarakat Madani
Dalam bukunya yang berjudul “Masyarakat Madani” Prof.Dr.Akram Dhiyauddin Umari mengatakan bahwa Aisyah pernah berkata:
“Allah mentakdirkan terjadinya perang Bu’ats sebelum kedatangan Rasul.Ketika Rasul tiba di madinah mereke terbagi menjadi rival yang berseteru dan orang – orang yang berpengaruh di kalangan mereka terbunuh dan terluka.Allah menakdirkan semua ini terjadi sebelum datangnya Nabi,sehingga mereka dapat (bersedia) menerima dan memeluk islam”
Dengan kedatangan orang- orang muhajirin mulai terasa interaksi antara kaum anshor sebagai bagian utama masyarakat Yastrib(nama kota madinah sebelumnya).Tatanan masyarakat madinah baru dibangun diatas landassan Akidah dan Syari’ah yang berada di atas struktur etnis dan ikatan struktur ikatan lainnya.Pada saat itu untuk pertama kalinya diperkenalkan konsep afiliasi baru yang lebih luas (Ummah) yang membangun lingkaran- lingkaran subsociety baru (Mu’minun,Munafiqun.dan kelompok Yahudi).Dari sini muncul pula interaksi sosial yang bersifat bisnis perdagangan dan tata pergaulan antar warga (ikatan persaudaraan) dimana Rasul memberi makna ‘Ukhuwah Islamiyah’Dalam perkembangan selanjutnya terjadi pendewasaan proses yang dilengkapi dengan seperangkat perjanjian dan aturan.Disini lahir sebuah masyarakat yang berkembang yang berada di sebuah kota bernama madinah al munawarah.Masyarakat yang terdiri dari beberapa etnis dan mereka memberi kesempatan tumbuhnya agama yang berbeda berinteraksi satu sama lain dalam bingkaian perjanjian dan aturan tertentu (Masyarakat Madani).

2.4 Ciri-Ciri Masyarakat Madani
Masyarakat madani sebagai masyarakat yang ideal dan berperadaban tinggi mempunyai beberapa ciri sebagai berikut :
1. Bertuhan,
yang berarti bahwa masyarakat tersebut adalah masyarakat yang beragama, yang mengakui adanya Tuhan sebagai pencipta alam semesta dan pemeliharanya.menempatkan hukum Tuhan sebagai landasan yang mengatur kehidupan sosial.
2. Damai,
masing-masing elemen masyarakat, baik secara individu maupun secara kelompok menghormati pihak lain secara adil. Kelompok sosial mayoritas hidup berdampingan dengan kelompok minoritas agar tidak muncul kecemburuan sosial.
3. Tolong menolong tanpa mencampuri urusan individu lain yang dapat mengurangi kebebasannya.
Prinsip tolong menolong antar anggota masyarakat didasrkan pada aspek kemanusiaan karena kesulitan hidupyang dihadapi oleh sebagian anggota masyarakat tertentu, sedangkan pihak lain memiliki kemampuan membantu untuk meringankan kesulitan hidup mereka.
4. Toleran,
tidak mencampuri urusan pribadi pihak lain yang telah diberikan oleh Allah sebagai kebebasan manusia dan tidak merasa terganggu oleh aktivitas orang lain yang berbeda tersebut.
5. Keseimbangan antara hak dan kewajiban sosial.
Setiap anggota masyarakat memiliki hak dan kewajiban yang seimbang untuk menciptakan kedamaian, kesejahteraan dan keutuhan masyarakatsesuai dengan kondisi masing-masing.
6. Berperadaban tinggi,
masyarakat tersebut memiliki kecintaan terhadap ilmu pengetahuan dan memanfaatkan keemajuan ilmu pengetahuan untuk kemaslahatan hidup manusia. Ilmu pengetahuan memiliki peranan yang sangat penting dalam kehidupan umat manusia. Ilmu pengetahuan memberikan kemudahan dan meningkatkan harkat dan martabat manusia, disamping memberikan kesadaran akan posisinya sebagai khalifah Allah di dunia ini. Namun di sisi lain, ilmu pengetahuan juga bias menjadi ancaman yang membahayakan kehidupan manusia, bahkan membahayakan lingkungan hidup bila pemanfaatannya tidak disertai dengan nilai-nilai ketuhanan dan kemanusiaan.
7. Berakhlak mulia.
Sekalipun pembentukan akhlak masyarakat dapat dilakukan berdasarkan nilai-nilai kemanusiaan semata, tetapi relativitas manusia dapat menyebabkan terjebaknya konsep akhlak yang relatif. Sifat subjektif manusia sering sukar dihindarkan. Oleh karena itu, konsep akhlak tidak boleh dipisahkan dengan nilai-nilai ketuahan, sehingga substansi dan aplikasinya tidak terjadi penyimpangan. Aspek ketuhanandalam aplikasi akhlak memotivasi manusia untuk berbuat tanpa menggantungkan reaksi serupa dan pihak lain. (Akram, 1999)

2.5 Mewujudkan Masyarakat Madani
Keadan masyarakat yang memiliki unsur – unsur keanekaragaman etnis dan agama , bisa merupakan platform bgai usaha adopsi konsep masyarakat madani sebagai suatu kondisi idaman masa depan.Penyesuain karena jarak waktu perbedaan kultur dan persepsi akan menyederhanakan proses pembangunan dan aplikasi ke arah pencapaiannya.Bila ada kesadaran dan pengakuan bahwa elemen komunitas paling solid adalah keluarga,maka jaminan keberhasilan harus dimulai dari pembinaan keluarga sakinah atau keluarga madani yang pada gilirannya akan membentuk rangkaian jaringan terminal-terminal yang cerdas dan rapih serta kuat.
Firman allah dalam Al Quran surat Ali Imran ayat 10,
Allah menyatakan bahwa umat Islam adalah umat yang terbaik dari semua kelompok umat manusia yang Allah ciptakan.
Diantara aspek kebaikan umat islam itu adalah keunggulan kualitas SDMnya. Keunggulan kualitas umat islam yang dimaksud dalam Al Quran itu sifatnya normatif, potensial, bukan riil. Realitas dan norma tersebut bergantung pada kemampuan umat islam itu sendiri untuk memanfaatkan norma atau potensi yang telah dimiliki.
Umat islam menjadi kelompok umat terdepan dan terunggul. Nama-nama ilmuwan besar dunia lahir pada masa itu, seperti Ibnu Sina, Ibnu Rusyid,, Imam Al Ghazali, Al Faribi, dan lain-lain.kemunduran umat islam terjadi pada pertengahan abad 13 setelah dinasti Bani Abbas dijatuhkan oleh Hulagu Khan, cucu dari Jengis Khan. Dan saat ini kendali kemajuan dipegang masyarakat barat. Umat islam belum mampu bangkit mengejar ketertinggalannya. Semangat untuk maju berdasarkan nilai-nilai islam telah mulai dibangkitkan melalui pemikiran islamisasi ilmu pengetahuan, islamisasi kelembagaan ekonomi melalui lembaga ekonomi dan perbankan syari’ah, dan lain-lain. Kesadaran dan semangat untuk maju tersebut bila disertai dengan sikap konsisten terhadap moral atau akhlak jasmani, pasti akan memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan hasil yang dicapai masyarakat barat yang sekedar mengandalkan pemikiran manusiawi semata.
Untuk mewujudkan masyarakat madani yang berkeadilan ada Agenda Jalan Tiga dapat dijadikan pedoman oleh para comunity workers dalam menjalankan tugas profesionalnya dimasyarakat yaitu Politik jalan tiga dan Program jalan tiga (Giddens,2000:76-80):
 POLITIK JALAN TIGA
 Persamaan
 Perlindungan atas mereka yang lemah
 Kebebasan sebagai otonomi
 Tak ada hak tanpa tanggung jawab
 Tak ada otoritas dalam demokrasi
 PROGRAM JALAN YIGA
 Negara demokrasi baru
 Masyarakat madani yang aktif
 Keluarga yang demokratis
 Ekonomi campuran baru
 Kesamaan sebagai inklusif
 Kesejahteraan positif
 Negara berinvestasi sosial
 Bangsa kosmopolitan
 Demokrasi kosmopolitan
Strategiu untuk menjalankan Agenda Jalan Tiga ada 4 (lihat Blakeley dan Suggate,1997):
• Membangun masyarakat dalam membantu pencapaian tujuan- tujuan pemerintah
• Membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan- kebutuhannya
• Peningkatan masyarakat dan perlindungan hak asasi manusia
• Peningkatan partisipasi masyarakat
Untuk menciptakan masyarakat madani dibutuhkan sebuah kekuatan non-pemerintah yang mampu mengimbangi dan mencegah kekuatan negara untuk mengurangui tekanan- tekanan yang tidak adil kepada rakyatnya.Peran pemerintah sebagai juru damai dan penjaga keamanan dari kemungkinan konflik antar kepentingan dalam masyarakat perlu mendapat dukungan semua pihak.Perlu adanya reposisi antar kepentingan dalam masyarakat sederhananya ‘’seerahkan urusan rakyat untuk rakyat dan posisikan pemerintah sebagai penjaga malam’’
Masyarakat madani akan terwujud ketika demokratisasi dapat ditegakkan.Sementara untuk mewujudkan itu dibutuhkan kesiapan masyarakat.Baik berupa kesadaran berpribadi kesetaraan maupun kemandirian.Syarat-syarat tersebut terkait keseimbangan dalam memberi dan menerima.Maka dalam konteks ini mekanisme demokrasi antar komponen bangsa , terutama pelaku praktis politik, merupakan bagian terpenting dalam menuju masyarakat yang dicita- citakan tersebut.Awal yang baik adalah partisipasi sosial.Karena ini merupakan karakteristik yang harus ada dalam masyarakat madani.Juga diperlukan penghargaan terhadap supremasi hukum.Karena itu ini merupakan jaminan keadilan.
Al Quran menegaskan bahwa menegakkan keadilan adalah perbuatan yang paling mendekati taqwa.(QS Al Maidah:5-8)
Jadi masyarakat madani akan terwujud ketika terjadi sinergisitas dari pengakuan hak- hak untuk mengembangkan demokrasi yang didasari oleh kesiapan dan pengakuan pada partisipasi rakyat.Dimana dalam implementasinya. Peran hukum sangat strategis sebagai alat pengendali dan pengawasan dalam masyarakat.

2.6 Masyarakat Madani Indonesia (Posisi dan Peran Umat Islam Indonesia)
SDM umat islam saat ini belum mampu menunjukkan kualitasnya yang unggul. Oleh sebab itu dalam percaturan global, baik dalalm bidang politik, ekonomi, militer, ilmu pengetahuan dan teknologi, belum mampu menunjukkan perannya yang menonjol. Padahal, dari segi jumlah dan eksploitasi kekayaan alamnya lebih besar.
Tidak jauh-jauh kami mengambil contoh, Negara kita sendiri Indonesia tercinta dengan jumlah umat Islam yang mencapai 85%, tetapi karena SDM yang rendah maka juga belum mampu memberikan peran yang signifikan. Hukum positif yang berlaku bukan hokum islam, sistem politik yang berlaku juga belum dijiwai oleh nilai-nilai islam. Bahkan tokoh-tokoh islam yang seharusnya menjadi contoh bagi kita juga belum berperilaku dan berakhlak mencerminkan akhlak islam.
Terealisasinya syiar islam bergantung pada keunggulan dan komitmen SDM umat Islam sendiri.

2.7 Tiga Pilar Penyokong Tegaknya Daulah
1. Iqamatul Masjid, yakni perjuangan menyusun kekuatan umat islam dengan memusatkan segala aktivitasnya ke dalam masjid.
2. Program Perjuangan, program perjuangan menyusun Ukhuwah Islamiyah, menyusun tata persaudaraan menurut ajaran Islam, membina umat berdasarkan pada mahabbah dan marhamah; kecintaan dan kasih sayang.
3. Membina Daulah Islamiyah, sebuah tatanan kenegaraan Islam pertama di Madinahal-Munawwarah. Program perjuangan ketiga ini adalah puncak perjuangan Rasulullah saw dalam menegakkan dinul Islam di sebuah daulah Islam, sebuah Negara yang ditegakkan di atas dasar hukum abadi (hukum Allah) dan sunnah Rasulullah, sebuah Negara yang menegakkan syariat Islam yakni sebuah Negara dengan pemerintahan yang bersendikan islam pertama di muka bumi, sebuah Negara yang menjamin kemerdekaan beragama dan beribadah bagi umat yang beragama lain, menjamin kemerdekaan melahirkan paham dan pendapat, dan menjamin kesejahteraan bagi rakyatnya.

BAB 3
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Masyarakat Madani adalah masyarakat yang ideal dalam segala aspek kehidupan. Mayarakat yang berperadaban tinggi, menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, dan maju dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan politik, namun sangat memegang teguh semua ajaran Allah. Masyarakat madani juga merupakan masyrakat yang demokratis karena memiliki kesepakatan dalam hal-hal yang begitu penting seperti kebebasan memeluk agama dan sebagainya.
Musyawarah pada hakikatnya menginterprestasikan berbagai individu dalam masyarakat yang saling memberi hak untuk menyatakan pendapat, dan mengakui adanya kewajiban untuk mendengarkan pendapat orang lain sebagai bentuk kita menghargai terhadap orang lain.

3.2 Saran

Dari makalah kami yang masih banyak kekurangan ini semoga dapat bermanfaat untuk menambah pengetahuan para pembaca tentang masyarakat madani sebagai masyarakat yang begitu tertata dalam semua aspek kehidupannya.Serta kami siap menampung kritik dan saran demi lebih baiknya makalah kami selanjutnya.

BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Istilah masyarakat madani yang sudah sering didengar tapi belum banyak di kenal, saat ini belum memiliki kerangka aplikasinya,meskipun sudah banyak artikel , pidato dan diskusi mempermasalahkannya.Tepatkah terminologi ‘’civil society’’ atau “independen society” sering digunakan sebagai terjemahan masyarakat madani???? Sampai seberapa dalam kandungan maknanya mampu merefleksikan hakikat dan aplikasi masyarakat yang di bangun diatas tatanan “ukhuwah islamiyah” sesaat setelah Rasulllah hijrah ke Madinah??????
Dalam bukunya yang berjudul “Masyarakat Madani” Prof.Dr.Akram Dhiyauddin Umari mengatakan bahwa Aisyah pernah berkata:
“Allah mentakdirkan terjadinya perang Bu’ats sebelum kedatangan Rasul.Ketika Rasul tiba di madinah mereke terbagi menjadi rival yang berseteru dan orang – orang yang berpengaruh di kalangan mereka terbunuh dan terluka.Allah menakdirkan semua ini terjadi sebelum datangnya Nabi,sehingga mereka dapat (bersedia) menerima dan memeluk islam”
Masyarakat madani yang sedang dikembangkan sekarang ini mempunyai sejarah tersendiri.Disini akan diselidiki konsep tersebut sebagai suatu bentuk dialog islam dengan modernisasi.Selanjutnya dilihat juga posisi masyarakat dan negara dalam islam.Masyarakat madani kadang dipahami atau diterjemahkan dari konsep civil society yang lahir dibarat pada abad 18 dengan tokohnya John Locke atau Montesquieu yang dimaksudkan mencegah lahirnya pemerintah otoriter melalui kontrol dari masyarakat.
Masyarakat madani merupakan masyarakat yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, maju dalam penguasaan ilmu dan teknologi, dan merupakan masyarakat yang beradab. Pengetahuan tentang masyarakat madani memang sangatlah penting sebagai cerminan kita dalam menjalani hidup ini, dengan berbagai kebaikan yang ada dalam masyarakat tersebut, diharapkan kita bias menirunya. Bahkan dalam Al Quran Allah swt. memberikan ilustrasi masyarakat ideal sebagai gambaran masyarakat madani dengan firman-Nya:
“ (Negerimu) adalah negeri yang baik dan (Tuhanmu) adalah Tuhan Yang Maha Pengampun”. (Saba’ : 15)
Dengan adanya firman Allah swt dalam Al Quran tersebut hendaknya kita bisa meniru bagaimana semua sifat baik dari masyarakat madani yang bahkan disimbolkan sebagai masyarakat ideal oleh Allah swt.Lalu seperti apakah masyarakat madani yang ada saat ini????kita akan membahasnya lebih lanjut.

1.2 Topik Bahasan
1.2.1 Pengertian tentang masyarakat madani sebagai masyarakat yang beradab,
1.2.2 Contoh masyarakat madani seperti diceritakan dalam Al Quran,
1.2.3 Sejarah masyarakat madani
1.2.4 Ciri-ciri masyarakat madani,
1.2.5 Bagaimana mewujudkan masyarakat madani sebagaimana telah di tulis dalam Al Qura,
1.2.6 Masyarakat madani Indonesia
1.2.7 Tiga pilar penyokong tegaknya dakwah
1.3 Tujuan Penulisan Makalah
1.3.1 Untuk mengetahui masyarakat madani sebagai masyarakat yang beradab dan menguasai ilmu dan teknologi.
1.3.2 Dapat menerapkan bagaimana kehidupan masyarakat madani yang sangat ideal sehingga dapat menimbulkan keamanan, kenyamanan, dan ketentraman dalam hidup bermasyarakat ini.

BAB 2
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian
Masyarakat madani adalah masyarakat yang beradab, menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, maju dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Karena itu dalam filsafat, sejak filsafat Yunani sampai filsafat Islam dikenal istilah madinah atau polis, yang berarti kota, yaitu masyarakat yang maju dan berperadaban.Madani juga berarti peradapan,sebagaimana kata Arab lainnya seperti hadlari,tsaqafi,atau tamadun.Konsep masyarakat madani bagi orang arab memang mengacu pada hal-hal yang ideal dalam kehidupan.
Kata madani merupakan penyifatan terhadap kota Madinah, yaitu sifat yang ditunjukkan oleh kondisi dan system kehidupan yang berlaku di kota Madinah. Kondisi dan sistem kehidupan itu menjadi populer dan dianggap ideal untuk menggambarkan masyarakat yang Islami, meskipun penduduknya terdiri dari berbagai macam keyakinan.
Bahkan dalam Al Quran Allah swt berfirman tentang masyarakat madani dan memberikan ilustrasi masyarakat ideal, sebagai gambaran dari masyarakat madani dengan firman-Nya :
“ (Negerimu) adalah negeri yang baik dan (Tuhanmu) adalah Tuhan Yang Maha Pengampun.” (Saba’ : 15)
Masyarakat madani juga bisa berarti suatu lingkungan interaksi sosial yang berada diluar pengaruh Negara yang tersusun dari lingkungan masyarakat paling akrab (keluarga), asosiasi-asosiasi sukarela, dan gerakan kemasyarakatan lainnya serta berbagai bentuk lingkungan dimana didalamnya masyarakat menciptakan kreativitas mengatur dan memobilisasi diri mereka sendiri tanpa keterlibatan Negara.
Dan dalam istilah yang lain, referensi masyarakat madani ada pada kota madinah, sebuah kota yang sebelumnya bernama Yastrib di wilayah Arab, di mana masyarakat islam dibawah kepemimpinan Nabi Muhammad saw di masa lalu pernah membangun peradaban tinggi
Ada dua paramadigma besar yang menjadi dasar perdebatan mengenai masyarakat madani yaitu:Demokrasi sosial Klasik dan Neoliberalisme.
1) Demokrasi sosial klasik (Demokrasi sosial gaya lama)
Ini memandang pasar bebas sebagai sesuatu yang menghasilkan banyak dampak negatif.Demokrasi ini memiliki ciri- ciri sebagai berikut:
 Keterlibatan negara yang cukup luas dalam kehidupan ekonomi dan sosial.
 Negara mendominasi masyarakat madani
 Peran pasar yang dibatasi ekonomi sosial atau campuran
 Pemberdayaan SDM secara maksimal
 Kesadaran okologis yang rendah
 Internasionalisme
2) Neoliberalisme (Thatcherisme)
Ini cenderung memusuhi pemerintah.Menurut Giddens(2000:9) ciri- ciri neoliberalisme:
 Pemerintah minimal
 Masyarakat madani yang otonom
 Kemudahan pasar tenaga kerja
 Penerimaan ketiaksamaan
 Negara kesejahteraan sebagai jaring pengaman
 Kesadaran ekologis yang rendah
Masyarakat madani merupakan konsep yang berwayuh wajah:memiliki banyak arti atau sering diartikan dengan makna yang berbeda- beda.Bila merujuk kepada bahasa inggris ia berasal dari kata civil society atau masyarakat sipil, sebuah kontraposisi dari masyarakat militer.Konsep civil society lahir dan berkembang dari sejarah pergumulan masyarakat.Menurut AS Hikam ini adalah satu wilayah yang menjamin berlangsungnya perilaku,tindakan,dan refleksi mandiri tidak terdukung oleh kehidupan material, ddan tidak terserap didalam jaringan-jaringan kelembagaan politik resmi.
Dalam pengertian pertama civil Society bersifat deskriptif sedang dalam pengartian kedua ia bersifat normatif dalam artian fokus perhatian dititik beratkan pada norma yang menjadi fundamen masyarakat dan mengatur tata hidupnya.Yang jelas ini sering dihubungkan denga demokrasi.Karena itu konsep ini mempunyai pertalian erat dengan konsep lain seperti kewarganegaraan , demokrasi, konstitusionalisme, kapital sosial, hingga pemilikan pribadi (kumar:2000).

2.2 Contoh Masyarakat Madani
Ada 2 kelompok masyarakat dalam sejarah yang terdokumentasi sebagai masyarakat madani, yaitu :
Pertama, masyarakat negeri Saba’, yaitu masyarakat pada masa Nabi Sulaiman as. Keadaan masyarakat Saba’ yang diceritakan dalam Al Quran itu mendiami negeri yang baik, subur, dan nyaman. Di tempat itu terdapat kebun dengan tanamannya yang hidup dengan subur, tersedia rizki yang melimpah, terpenuhi kebutuhan hidup masyarakatnya. Negeri yang indah itu merupakan wujud kasih saying Allah awt yang disediakan bagi masyarakat Saba’. Allah swt juga Maha Pengampun apabila terjadi kealpaan apada masyarakat tersebut. Karena itu Allah swt memerintahkan masyarakat Saba’ untuk bersyukur kepada Allah yang telah menyediakan segala kebutuhan hidup mereka. Kisah keadaan masyarakat Saba’ ini begitu populer dengan ungkapan Al Quran : Baldah thayyibah wa rabb ghafur. Tapi sayangnya, setelah beberapa waktu berlalu, penduduk negeri Saba’ yang dulunya begitu patuh kepada Allah kemudian ingkar (kafir) dan maksiat kepada Allah. Sehingga akhirnya mereka mendapat murka Allah dengan mengalami kebinasaan (baca: QS. Saba’ 16).
Kedua, masyarakat kota Yastrib setelah terjadi traktat, perjanjian Madinah antara Rasulullah saw beserta umat islam dengan penduduk Yastrib yang beragama Yahudi dan Watsani dari kaum Aus dan Khazraj. Madinah adalah nama kota di Negara Arab Saudi, sebagai nama baru kota Yastrib, tempat yang didiami oleh Rasulullah saw sampai akhir hayat beliau sesudah hijrah. Perjanjian Madinah berisi kesepakatan beberapa unsur masyarakat yang heterogen, baik dari segi keyakinan maupun kebangsaan, untuk saling tolong menolong, menciptakan kedamaian dalam kehidupan sosial, menjadikan Rasulullah sebagai pemimpin yang bijaksana dengan ketaatan penuh terhadap keputusannya, dan memberikan kebabasan bagi para penduduknya untuk memeluk serta beribadah sesuai dengan ajaran agama yang dianutnya. Masyarakat Madinah yang dipimpin oleh Rasulullah saw ini dipandang oleh banyak ahli sejarah sebagai bibit negara demokratis pertama di dunia. Tetapi sayangnya, beberapa klan Yahudi satu persatu melakukan pengkhianatan sehingga akhirnya mereka diusir dari madinah.
2.3 Sejarah Masyarakat Madani
Dalam bukunya yang berjudul “Masyarakat Madani” Prof.Dr.Akram Dhiyauddin Umari mengatakan bahwa Aisyah pernah berkata:
“Allah mentakdirkan terjadinya perang Bu’ats sebelum kedatangan Rasul.Ketika Rasul tiba di madinah mereke terbagi menjadi rival yang berseteru dan orang – orang yang berpengaruh di kalangan mereka terbunuh dan terluka.Allah menakdirkan semua ini terjadi sebelum datangnya Nabi,sehingga mereka dapat (bersedia) menerima dan memeluk islam”
Dengan kedatangan orang- orang muhajirin mulai terasa interaksi antara kaum anshor sebagai bagian utama masyarakat Yastrib(nama kota madinah sebelumnya).Tatanan masyarakat madinah baru dibangun diatas landassan Akidah dan Syari’ah yang berada di atas struktur etnis dan ikatan struktur ikatan lainnya.Pada saat itu untuk pertama kalinya diperkenalkan konsep afiliasi baru yang lebih luas (Ummah) yang membangun lingkaran- lingkaran subsociety baru (Mu’minun,Munafiqun.dan kelompok Yahudi).Dari sini muncul pula interaksi sosial yang bersifat bisnis perdagangan dan tata pergaulan antar warga (ikatan persaudaraan) dimana Rasul memberi makna ‘Ukhuwah Islamiyah’Dalam perkembangan selanjutnya terjadi pendewasaan proses yang dilengkapi dengan seperangkat perjanjian dan aturan.Disini lahir sebuah masyarakat yang berkembang yang berada di sebuah kota bernama madinah al munawarah.Masyarakat yang terdiri dari beberapa etnis dan mereka memberi kesempatan tumbuhnya agama yang berbeda berinteraksi satu sama lain dalam bingkaian perjanjian dan aturan tertentu (Masyarakat Madani).

2.4 Ciri-Ciri Masyarakat Madani
Masyarakat madani sebagai masyarakat yang ideal dan berperadaban tinggi mempunyai beberapa ciri sebagai berikut :
1. Bertuhan,
yang berarti bahwa masyarakat tersebut adalah masyarakat yang beragama, yang mengakui adanya Tuhan sebagai pencipta alam semesta dan pemeliharanya.menempatkan hukum Tuhan sebagai landasan yang mengatur kehidupan sosial.
2. Damai,
masing-masing elemen masyarakat, baik secara individu maupun secara kelompok menghormati pihak lain secara adil. Kelompok sosial mayoritas hidup berdampingan dengan kelompok minoritas agar tidak muncul kecemburuan sosial.
3. Tolong menolong tanpa mencampuri urusan individu lain yang dapat mengurangi kebebasannya.
Prinsip tolong menolong antar anggota masyarakat didasrkan pada aspek kemanusiaan karena kesulitan hidupyang dihadapi oleh sebagian anggota masyarakat tertentu, sedangkan pihak lain memiliki kemampuan membantu untuk meringankan kesulitan hidup mereka.
4. Toleran,
tidak mencampuri urusan pribadi pihak lain yang telah diberikan oleh Allah sebagai kebebasan manusia dan tidak merasa terganggu oleh aktivitas orang lain yang berbeda tersebut.
5. Keseimbangan antara hak dan kewajiban sosial.
Setiap anggota masyarakat memiliki hak dan kewajiban yang seimbang untuk menciptakan kedamaian, kesejahteraan dan keutuhan masyarakatsesuai dengan kondisi masing-masing.
6. Berperadaban tinggi,
masyarakat tersebut memiliki kecintaan terhadap ilmu pengetahuan dan memanfaatkan keemajuan ilmu pengetahuan untuk kemaslahatan hidup manusia. Ilmu pengetahuan memiliki peranan yang sangat penting dalam kehidupan umat manusia. Ilmu pengetahuan memberikan kemudahan dan meningkatkan harkat dan martabat manusia, disamping memberikan kesadaran akan posisinya sebagai khalifah Allah di dunia ini. Namun di sisi lain, ilmu pengetahuan juga bias menjadi ancaman yang membahayakan kehidupan manusia, bahkan membahayakan lingkungan hidup bila pemanfaatannya tidak disertai dengan nilai-nilai ketuhanan dan kemanusiaan.
7. Berakhlak mulia.
Sekalipun pembentukan akhlak masyarakat dapat dilakukan berdasarkan nilai-nilai kemanusiaan semata, tetapi relativitas manusia dapat menyebabkan terjebaknya konsep akhlak yang relatif. Sifat subjektif manusia sering sukar dihindarkan. Oleh karena itu, konsep akhlak tidak boleh dipisahkan dengan nilai-nilai ketuahan, sehingga substansi dan aplikasinya tidak terjadi penyimpangan. Aspek ketuhanandalam aplikasi akhlak memotivasi manusia untuk berbuat tanpa menggantungkan reaksi serupa dan pihak lain. (Akram, 1999)

2.5 Mewujudkan Masyarakat Madani
Keadan masyarakat yang memiliki unsur – unsur keanekaragaman etnis dan agama , bisa merupakan platform bgai usaha adopsi konsep masyarakat madani sebagai suatu kondisi idaman masa depan.Penyesuain karena jarak waktu perbedaan kultur dan persepsi akan menyederhanakan proses pembangunan dan aplikasi ke arah pencapaiannya.Bila ada kesadaran dan pengakuan bahwa elemen komunitas paling solid adalah keluarga,maka jaminan keberhasilan harus dimulai dari pembinaan keluarga sakinah atau keluarga madani yang pada gilirannya akan membentuk rangkaian jaringan terminal-terminal yang cerdas dan rapih serta kuat.
Firman allah dalam Al Quran surat Ali Imran ayat 10,
Allah menyatakan bahwa umat Islam adalah umat yang terbaik dari semua kelompok umat manusia yang Allah ciptakan.
Diantara aspek kebaikan umat islam itu adalah keunggulan kualitas SDMnya. Keunggulan kualitas umat islam yang dimaksud dalam Al Quran itu sifatnya normatif, potensial, bukan riil. Realitas dan norma tersebut bergantung pada kemampuan umat islam itu sendiri untuk memanfaatkan norma atau potensi yang telah dimiliki.
Umat islam menjadi kelompok umat terdepan dan terunggul. Nama-nama ilmuwan besar dunia lahir pada masa itu, seperti Ibnu Sina, Ibnu Rusyid,, Imam Al Ghazali, Al Faribi, dan lain-lain.kemunduran umat islam terjadi pada pertengahan abad 13 setelah dinasti Bani Abbas dijatuhkan oleh Hulagu Khan, cucu dari Jengis Khan. Dan saat ini kendali kemajuan dipegang masyarakat barat. Umat islam belum mampu bangkit mengejar ketertinggalannya. Semangat untuk maju berdasarkan nilai-nilai islam telah mulai dibangkitkan melalui pemikiran islamisasi ilmu pengetahuan, islamisasi kelembagaan ekonomi melalui lembaga ekonomi dan perbankan syari’ah, dan lain-lain. Kesadaran dan semangat untuk maju tersebut bila disertai dengan sikap konsisten terhadap moral atau akhlak jasmani, pasti akan memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan hasil yang dicapai masyarakat barat yang sekedar mengandalkan pemikiran manusiawi semata.
Untuk mewujudkan masyarakat madani yang berkeadilan ada Agenda Jalan Tiga dapat dijadikan pedoman oleh para comunity workers dalam menjalankan tugas profesionalnya dimasyarakat yaitu Politik jalan tiga dan Program jalan tiga (Giddens,2000:76-80):
 POLITIK JALAN TIGA
 Persamaan
 Perlindungan atas mereka yang lemah
 Kebebasan sebagai otonomi
 Tak ada hak tanpa tanggung jawab
 Tak ada otoritas dalam demokrasi
 PROGRAM JALAN YIGA
 Negara demokrasi baru
 Masyarakat madani yang aktif
 Keluarga yang demokratis
 Ekonomi campuran baru
 Kesamaan sebagai inklusif
 Kesejahteraan positif
 Negara berinvestasi sosial
 Bangsa kosmopolitan
 Demokrasi kosmopolitan
Strategiu untuk menjalankan Agenda Jalan Tiga ada 4 (lihat Blakeley dan Suggate,1997):
• Membangun masyarakat dalam membantu pencapaian tujuan- tujuan pemerintah
• Membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan- kebutuhannya
• Peningkatan masyarakat dan perlindungan hak asasi manusia
• Peningkatan partisipasi masyarakat
Untuk menciptakan masyarakat madani dibutuhkan sebuah kekuatan non-pemerintah yang mampu mengimbangi dan mencegah kekuatan negara untuk mengurangui tekanan- tekanan yang tidak adil kepada rakyatnya.Peran pemerintah sebagai juru damai dan penjaga keamanan dari kemungkinan konflik antar kepentingan dalam masyarakat perlu mendapat dukungan semua pihak.Perlu adanya reposisi antar kepentingan dalam masyarakat sederhananya ‘’seerahkan urusan rakyat untuk rakyat dan posisikan pemerintah sebagai penjaga malam’’
Masyarakat madani akan terwujud ketika demokratisasi dapat ditegakkan.Sementara untuk mewujudkan itu dibutuhkan kesiapan masyarakat.Baik berupa kesadaran berpribadi kesetaraan maupun kemandirian.Syarat-syarat tersebut terkait keseimbangan dalam memberi dan menerima.Maka dalam konteks ini mekanisme demokrasi antar komponen bangsa , terutama pelaku praktis politik, merupakan bagian terpenting dalam menuju masyarakat yang dicita- citakan tersebut.Awal yang baik adalah partisipasi sosial.Karena ini merupakan karakteristik yang harus ada dalam masyarakat madani.Juga diperlukan penghargaan terhadap supremasi hukum.Karena itu ini merupakan jaminan keadilan.
Al Quran menegaskan bahwa menegakkan keadilan adalah perbuatan yang paling mendekati taqwa.(QS Al Maidah:5-8)
Jadi masyarakat madani akan terwujud ketika terjadi sinergisitas dari pengakuan hak- hak untuk mengembangkan demokrasi yang didasari oleh kesiapan dan pengakuan pada partisipasi rakyat.Dimana dalam implementasinya. Peran hukum sangat strategis sebagai alat pengendali dan pengawasan dalam masyarakat.

2.6 Masyarakat Madani Indonesia (Posisi dan Peran Umat Islam Indonesia)
SDM umat islam saat ini belum mampu menunjukkan kualitasnya yang unggul. Oleh sebab itu dalam percaturan global, baik dalalm bidang politik, ekonomi, militer, ilmu pengetahuan dan teknologi, belum mampu menunjukkan perannya yang menonjol. Padahal, dari segi jumlah dan eksploitasi kekayaan alamnya lebih besar.
Tidak jauh-jauh kami mengambil contoh, Negara kita sendiri Indonesia tercinta dengan jumlah umat Islam yang mencapai 85%, tetapi karena SDM yang rendah maka juga belum mampu memberikan peran yang signifikan. Hukum positif yang berlaku bukan hokum islam, sistem politik yang berlaku juga belum dijiwai oleh nilai-nilai islam. Bahkan tokoh-tokoh islam yang seharusnya menjadi contoh bagi kita juga belum berperilaku dan berakhlak mencerminkan akhlak islam.
Terealisasinya syiar islam bergantung pada keunggulan dan komitmen SDM umat Islam sendiri.

2.7 Tiga Pilar Penyokong Tegaknya Daulah
1. Iqamatul Masjid, yakni perjuangan menyusun kekuatan umat islam dengan memusatkan segala aktivitasnya ke dalam masjid.
2. Program Perjuangan, program perjuangan menyusun Ukhuwah Islamiyah, menyusun tata persaudaraan menurut ajaran Islam, membina umat berdasarkan pada mahabbah dan marhamah; kecintaan dan kasih sayang.
3. Membina Daulah Islamiyah, sebuah tatanan kenegaraan Islam pertama di Madinahal-Munawwarah. Program perjuangan ketiga ini adalah puncak perjuangan Rasulullah saw dalam menegakkan dinul Islam di sebuah daulah Islam, sebuah Negara yang ditegakkan di atas dasar hukum abadi (hukum Allah) dan sunnah Rasulullah, sebuah Negara yang menegakkan syariat Islam yakni sebuah Negara dengan pemerintahan yang bersendikan islam pertama di muka bumi, sebuah Negara yang menjamin kemerdekaan beragama dan beribadah bagi umat yang beragama lain, menjamin kemerdekaan melahirkan paham dan pendapat, dan menjamin kesejahteraan bagi rakyatnya.

BAB 3
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Masyarakat Madani adalah masyarakat yang ideal dalam segala aspek kehidupan. Mayarakat yang berperadaban tinggi, menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, dan maju dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan politik, namun sangat memegang teguh semua ajaran Allah. Masyarakat madani juga merupakan masyrakat yang demokratis karena memiliki kesepakatan dalam hal-hal yang begitu penting seperti kebebasan memeluk agama dan sebagainya.
Musyawarah pada hakikatnya menginterprestasikan berbagai individu dalam masyarakat yang saling memberi hak untuk menyatakan pendapat, dan mengakui adanya kewajiban untuk mendengarkan pendapat orang lain sebagai bentuk kita menghargai terhadap orang lain.

3.2 Saran

Dari makalah kami yang masih banyak kekurangan ini semoga dapat bermanfaat untuk menambah pengetahuan para pembaca tentang masyarakat madani sebagai masyarakat yang begitu tertata dalam semua aspek kehidupannya.Serta kami siap menampung kritik dan saran demi lebih baiknya makalah kami selanjutnya.

One response »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s