meniti kehidupan

Standar

MENITI KEHIDUPAN
By. Immawati Tari
Masa menjadi mahasiswa adalah masa puncak dalam strata sosial. Masa untuk memahami kehidupan yang lebih bermakna. Dalam memahami kehidupan ini sebenarnya abnayak cara yang bisa dilakukan, akan tetapi semua hal tersebut tidak terlepas dari proses berpikir dan belajar. Manusia pada umumnya belajar memahami sebuah kehidupan melalui sebuah experiment. Suatu misal adik bayi. untuk mencoba berbicara , berjalan mereka selelu mencoba – dan mencoba, mereka mempunyai ambisi yang luar biasa, keinginan yang kuat sehingga mereka pada akhirnya bisa berjalan, berbicara dan lain sebagainnya.
Ketika kita mau sedikit mengamati aktivitas anak – anak kecil bangay sekali pelejaran yang bisa kita ambil darinya. Meskipun pada waktu kita kecil mungkin kita tidak sadar bahwa kita melakuakan hal tersebut. suatu misal ketika anak membawa makanan , kemudian makanannya direbut oleh temannya. Dia tidak diam saja akan tetapi dia merespon, entah itu menangis, merebut kembali makanannya dan sebagainya. Hal tersebut merupakan suatu ambisa yang diciptakan oleh sang anak. Tujuannya adalah untuk mempertahankan apa yang mereka punyai untuk mencapai eksistensi diri. Hal tersebut merupakan suatu usaha untuk mendapatkan apa yang menjadi keinginannya. Hal ini pula yang menjadikan pengalaman untuk mereka, higga akhirnya mereka berpikir untuk menjadi lebih baik lagi melalui sebuah kesadaran yang telah timbul.
Ketika sudah sadar baru akan berpikir, ternyata hidup ini tidak ini – ini saja akan tetapi masih banyak ha yang bisa dikerjakan. Pada umumnya setelah timbulnya penyesalan barulah manusia sadar betapa berharga hidupnya. Penyesalan inilah yang kemudian ketika diimbangi dengan kesadaran maka akan memulai sebuah perubahan melalui sebuah proses berpikir. Tentunya dalam berubah pun berubah menjadi pribadi yang lebih baik dari pribadi yang kurang baik.
Perubahan merupakan alur dalam kehidupan manusia. Perubahan ini berawal dari proses berpikir dalam kehidupannya. Mulai meraba tujuan hidupnya yang sebenarnya. Mencoba mneganalisa kehidupan yang dulu dengan kehidupan yang telah ditempuh saat ini. Hal tersebut merupakan proses dalam melakukan sebuah perubahan yang pada hakikatnya menkaitkan diri sendiri dengan lingkungan, fase hidup untuk memikirkan kehidupan selanjutnya.
Perubahan tidak akan dilakukan oleh orang yang pasrah. Akan tetapi dilakukan oleh irang – orang yang mempunyai kemauan yang kuat untuk menjadi lebih baik dari yang sebelumnya. Orang hidup harus berpikir serius dengan kehidupannya. Seerius disini bukan berarti kaku akan tetapi menjalankan hidup dengan sungguh – sungguh. Hal ini pulalah yang membedakan antara manusia dengan makhluk lainnya . khususnya hewan. Sungguh – sungguh dapat kita lakukan ketika kita mau untuk berpikir dengan menggunakan akal pikiran yang telah dikaruniakan Allah kepada manusia. Karena dalam kehidupan, akal lah yang membedakan antar manusia satu dengan manusia yang lain. Khusunya mahasiswa. Dalam strata sosial mahasiswa dipandang kaum yang memiliki derajat sosial paling tinggi. Merekalah kaum intelektual yang memanfaatkan akal dan pikirannya semaksimal mungkin. Inilah mahasiswa yang sebenarnya.
Akan dimanfaatkan untuk memikirkan dan melakukan sebuah pilihan. Masing – masing pilihan terdapat resiko yang nantinya akan titanggung oleh orang yang bersangkutan. Terdapat fase kehidupan manusia yaitu kehidupan dulu sekarang  dan yang akan datang. Ada yang mengatakan bahwa aku yang sekaranga dalah aku yang dulu dan aku yang sekarang adalah aku yang akan datang. Apakah hal tersebut benar???? Hanya diri kita masing – masinglah yang bisa menjawabnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s