EVALUASI KUALITAS PAKAN

Standar

Bahan pakan dapat dililihat dari segi kualitas dan kuantitasnya. hal ini sangat penting karenaberkaitan dengan pakan yang mempunyai peran 70 – 80 % dalam usaha peternakan. Ketika kita berbicara tentang bahan pakan dari sudut pandang kuantitas pasti yang terpikir dibenak kita adalah banyak dan sedikitnya atau identik dengan jumlah akan tetapi ketika kita berbicara tentang kualitas bahan pakan maka kita akan identik dengan kualitas yang bisa ditinjau dari 3 macam diantaranya adalah secara fisik, kimiawi dan biologis.

  Menentukan kualitas suatu bahan makanan ternak dapat dilakukan dengan indra, juga dalam membandingkan dua atau lebih bahan pakan tanpa analisis baik secara fisik, khemis, maupun biologis. Dua macam hay atau bijian seperti jagung atau kedelai mungkin terlihat mirip satu dengan lainnya, namun yang satu mungkin mengadung bahan kering 12% dan lainnya 18%. Sehingga analisis keduanya harus dilakukan. Analisis kimia saja tidak akan cukup, percobaan dengan menggunakan ternakpun harus dilakukan karena bahan pakan yang bernutrisi tinggi tapi mempunyai daya cerna yang rendah adalah hanya pengisi perut saja.

Pendekatan yang sistematik untuk mengukur kualitas suatu bahan pakan sudah dilakukan sejak tahun 1800, cara ini terus berkembang dan memungkinkan pengukuran bermacam-macam bahan pakan yang lebih detail. Pada abad 20 isolasi dan identifikasi dari faktor-faktor pemacu pertumbuhan dan nutrisi seperti vitamin sudah dapat dilaksanakan. Pengetahuan dasar biokimia sejajar dengan ilmu nutrisi dapat diadopsikan untuk menganilisis dan mengevaluasi bahan pakan. Cara-cara baru dan canggih banyak digunakan di dalam industry makanan ternak untuk mendeteksi komponen bahan pakan dalam ukuran 10-6

Keuntungan adalah kriteria utama dari kesuksesan di dalam pengoperasian peternakan, dan biaya pakan adalah faktor penting dalam penentuan kesuksesan. Nilai komposisi bahan pakan dalam beberapa buku menyajikan rataan dari sekumpulan data yang diperoleh dari beberapa hasil analisa yang dapat digunakan sebagai pedoman dalam menentukan komposisi kimia suatu bahan pakan. Tetapi karena komposisi kimia suatu bahan pakan dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti umur tanaman, kondisi tanah, iklim dan lain-lain, maka dalam penyusunan ransum bahan-bahan penyusunnya harus dianalisis agar diperoleh ransum yang seimbang.

Analisa bahan pakan hanya akan dicapai secara baik jika pengambilan sampel dilakukan secara benar dan representatif. Analisa bahan pakan yang biasa dan sering digunakan adalah analisa proksimat yang mempunyai arti bahwa terdekat dalam menggambarkan kandungan zat makanan didalam suatu bahan pakan. Diantaranya adalah analisa bahan kering, abu, protein kasar, lemak kasar dan serat kasar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s