KORELASI PAKAN DAN KEBUTUHAN TERNAK

Standar

Pemberian pakan pada ternak bertujuan untuk reproduksi, pertumbuhan dan memenuhi kebuhan pokok ternak. Kebutuhan hidup pokok (maintenance) adalah kebutuhan nutrien basal yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup yang minimal tanpa melakukan suatu aktivitas/produksi sedangkan Kebutuhan produksi (production) adalah kebutuhan nutrien yang digunakan untuk berbagai aktifitas dalam produksi (telur, susu, daging, woll, tenaga dll).

Kebutuhan ternak mempunyai sebuah standart. Istilah STANDAR didefinisikan sebagai  dasar kebutuhan yang dihubungkan dengan fungsi aktif (status faali) dari hewan tersebut. Sesungguhnya standar pakan ini dibuat untuk dapat mengantisipasi situasi  yang lebih beragam, termasuk pengaruh perubahan cuaca. Standar ini juga masih bisa dipakai untuk  kepentingan taraf nasional (dari Negara yang menyusun) atau bahkan dapat untuk keperluan dunia internasional yang mempunyai kondisi iklim yang hampir sama. Sejak tahun 1960-1965 di Inggris, melalui Dewan Agricultural Research Council (ARC) telah membuat tabel standar kebutuhan nutrient dari beberapa jenis ternak.  Pada tahun 1970 semua publikasi mengenai table kebutuhan nutrient tersebut diperbaharui (direvisi) dan keluarlah edisi terbaru  untuk ruminansia pada tahun 1980. Perubahan tersebut meliputi seluruh zat makanan terutama tentang standar untuk penggunaan vitamin dan mineral. Saat ini telah banyak negara maju dan berkembang yang mempunyai standar kebutuan zat makanan untuk ternak lokalnya. Namun sampai sekarang Indonesia belum mempunyai tabel tersebut. Standar kebutuhan yang dipakai di Indonesia adalah hasil dari banyak penelitian yang ada saja.

Standar Kebutuhan Nutrien untuk Hidup Pokok    

Seekor hewan dikatakan dalam keadaan kondisi hidup pokok apabila komposisi tubuhnya tetap, tidak tambah dan tidak kurang, tidak ada produk atau tidak ada tambahn ekstra energi untuk kerja. Nilai kebutuhan hidup pokok ini hanya dibutuhkan secara akademis saja, sedangkan dunia praktisi tidak membutuhkan informasi tersebut, yang dibutuhkan oleh praktisiwan adalah total kebutuhan hidup pokok dan produksi yang optimal. Jadi pendapat mengenai kebutuhan hidup pokok untuk hewan secara teori berbeda dengan prakteknya.

Pada hewan yang puasa akan terjadi oksidasi cadangan nutrient untuk memenuhi kebutuhan energi hidup pokoknya, seperti untuk bernafas dan mengalirkan darah ke organ sasaran. Tujuan sesungguhnya dari pembuatan ransum untuk hidup pokok adalah supaya tidak terjadi perombakan cadangan tubuh yang digunakan untuk aktivitas pokok. Seperti didefinisikan bahwa ransum untuk hidup pokok adalah sejumlah zat makanan yang harus hadir dalam ransum sedemikian sehingga dalam tubuh hewan tidak terjadi penambahan atau pengurangan zat makanan. Table  di bawah ini menggambarkan proporsi untuk hidup pokok dari total kebutuhan energi tubuhnya.

Kebutuhan Energi untuk Hidup Pokok

Telah dijelaskan bahwa energi yang digunakan untuk aktivitas hidup pokok diubah dalam bentuk panas dan dikeluarkan tubuh juga dalam bentuk panas. Jumlah panas yang meningkat diakibatkan oleh aktivitas hidup pokok tersebut dinamakan dengan istilah METABOLISME BASAL HEWAN. Pengukuran ini langsung diperkirakan dari jumlah NE yang harus didapat oleh ternak untuk memenuhi kebutuhan hidup pokoknya.

Pengukuran metabolisme basal ini cukup rumit karena panas yang dihasilkan oleh hewan  tidak saja berasal dari aktivitas pokok namun juga berasal dari proses pencernaan dan metabolisme nutrient (Heat Increament on Feeding = HI) dan juga dari aktivitas kerja otot. Produksi panas ini  akan meningkat bila hewan ditempatkan di dalam suhu yang dingin. Untuk mengukur metabolisme basal,  pengaruh HI dari pakan harus dihilangkan yaitu dengan cara hewan dipuasakan supaya tidak ada aktivitas pencernaan dan metabolisme.

Faktor kedua yang mempengaruhi metabolisme  basal adalah nilai RQ  (Respiratory quotient).  Pada saat puasa oksidasi nutrient berasal dari pembakaran degradasi nutrient di jaringan organ, sehingga ada sedikit perbedaan nilai RQ. Pada manusia, kondisi postabsorptive ditandai dengan penurunan produksi gas sampai ke tingkat yang paling rendah.

Kebutuhan Protein untuk Hidup Pokok

Hewan yang diberi pakan bebas nitrogen,  kenyataannya tetap terlihat adanya kehilangan nitrogen yang keluar bersama feses dan urin yang berasal dari degradasi dinding usus, enzim dan mikroba yang mati.  Eksresi nitrogen diurin dapat berasal dari perubahan kreatin menjadi kreatinin  dan juga urea yang merupakan hasil katabolisme asam amino.  Protein tubuh pada dasarnya selalu harus diganti dengan protein yang baru. Pergantian protein di usus dan hati ini memakan waktu dalam unit jam atau hari, sedangkan pergantian di tulang dan syaraf memakan waktu dalam unit bulan bahkan tahunan.

Jika pertama kali hewan diberi pakan bebas nitrogen, maka jumlah nitrogen di urin akan menurun beberapa hari, kemudian stabil kembali setelah terjadi perombakan protein tubuh.

Jumlah kebutuhan nitrogen untuk hidup pokok akan seimbang bila besar konsumsi N dapat diimbangi dengan besarnya jumlah N-metabolik di feses dan N-endogenous di urin. Cara pengukurannya yaitu dengan menentukan nitrogen yang hilang/keluar dari hewan yang diberi pakan bebas nitrogen.

Kebutuhan energi dan protein untuk tumbuh

Kebutuhan energi untuk pertumbuhan sangat dipengaruhi oleh bobot badan dan juga jenis kelamin serta bangsa hewan. Jantan biasanya mempunyai kecepatan pertumbuhan yang lebih cepat dibandingkan  betina, oleh karena itu kebutuhan energi untuk jantan lebih banyak daripada untuk  betina. Jenis bangsa hewan tipe besar akan membutuhkan energi lebih banyak dibandingkan dengan bangsa hewan yang kecil. Penentuan energi untuk standar biasanya didasari oleh suatu model factorial.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s