Sekilas menengok cermin itu…melihat sebuah lilin harapan

Standar

Baru satu hari kemaren terdapat berita pengumuman kelulusan. Kayaknya seneng banget bagi siswa SMA yang sudah lulus akan tetapi terdapat pula kekecewaan bagi yang tidak lulus. Disamping itu juga terdapat beberapa siswa yang tidak puas dengan hasilnya karena ada sebuah ketakutan tidak diterima diperguruan tinggi negeri. rasanya tetap saja seperti kemaren hal ini selalu saja terjadi secara bergantian. Jadi ingat masa lalu ketika baru lulus SMA, tidak disangka nilai nem jeblok hingga akhirnya kesulitan bahkan ketika ingin daftar masuk ke universitas yang menjadi impian dah ketolak. Ada juga yang dah daftar, dah ikut tes beberapa kali eh ternyata juga masih ditolak, waktu itu sangat kurang beruntung sekali sudah jatuh tertimpa tangga pula,,,, oh sedihnya…., tapi itulah hidup perlu sebuah intropeksi diri kenapa nilainya nem jelak, atau mungkin tidak lulus jangan buru2 menyalahkan pihak lain dengan dalil yang inilah yang itulah. Akan tetapi alangkah lebih baik ketika kita menyikapi semua itu dengan bijak dan berani mengakui bahwa itu memang murni kesalah kita entah itu karena kita yang kurang maksimal dalam belajar, mengerjakan atau yang lainnya, bisa juga karena lingkungan kita yang kurang menyukai cara kita mengerjakan kemudian dan lain sebagainya. Bukan mengapa dan mengapa tapi bagaimana itu yang harus dipikirkan, sampai kapanpun ketika kita terus bicara mengapa maka bagaimana itu tidak akan bisa terpikirkan dan yang terjadi kita akan kehilangan kesempatan yang lain. Itu beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk sekarang yang merasa galau karena mungkin nilainya tidak sesuai dengan yang diharapkan atau mungkin yang dinyatakan tidak lulus.

Setiap harapan itu ada dan dibangun melalui sebuah mimpi. Mengapa adalah sebuah cermin dan tidak mungkin kalau kita mau dandan terus saja bercermin, cermin itu perlu dipakai untuk melihat sejauh mana persiapan kita untuk peri ketika kita sudah dandan, kalau sekiranya belum pas yang dirubah atau ditambahi sesuatu, akan tetapi kita tidak boleh terlenan dengan terus bercermin karena nanti waktu itu akan terus bergerak semakin lama kita bercermin itu juga semakin tidak baik begitu pula juka terlalu singkat sehingga bercermin seperlunya saja. Mungkin itu yang terbaik.  Untuk adik adik yang sekarang galau ada beberapa tips ni disimaknya untuk membuat kita insyaAllah bisa menjadi lebih baik menghadapi kehidupan ini :

1. instropeksi diri renungi apa yang terjadi dan mengapa kita bisa seperti itu

2. tidak ada salahnya tengok orang lain untuk melihat mengapa dia bisa sukses sehingga kita tidak perlu lag melewati kegagalan orang tersebut

3. sambil jalan sambil cari referensi untuk menunjang apa yang kita inginkan sesa juga dikatakan sebagai jalan

4. terus berusaha dan berdoa

5. yang tidak kalah penting positif thinking, percaya bahwa diri kita selalu bisa, hal ini akan meminimalisir semangat dan komitmen yang jatuh. sehingga akan pantang menyerah.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s