Menyorot sekilas tentang feed additive

Standar

Feed additive selama ini dikenal sebagai pakan yang ditambahkan kepada suatu pakan yang disusu oleh berbagai macam bahan pakan. Aditif pakan bukan merupakan bahan pakan. Selama ini aditif pakan ditambahkan kepada pakan dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas pakan. Kualitas pakan perlu ditingkatkan karena hal ini terkait dengan asupan nutrien yang nantinya akan didapatkan oleh ternak setelah mengkonsumsi pakan. nutrien yang bagus dapat meningkatkan produktivitas ternak. Pada umumnya aditif pakan dikenal dalam dua jenis yang bersifat alami dan sintesis. Aditif pakan yang bersifat alami contohnya adalah fitobiotik, prebiotik, probiotik dan lain sebagainya. Sedangkan aditif pakan yang bersifat sintetis contohnya adalah antibiotik. Pada umumnya antibotik ketika dikonsumsi oleh ternak dapat meninggalkan residu dalam tubuh ternak. Hal ini akan memicu dan mnegakibatkan manusia yang mengkonsumsi produk ternak tersebut menjadi kurang sehat.

Pada era sekarang para peternak cenderung beralih pada herbal. Hal ini dilakukan dengan dalil bahwa herbal lebih amat, sehat digunakan untuk ternak meskipun memerlukan waktu yang agak lama untuk memberikan sebuah rangsangan terhadap produksi hasil ternak. Disamping itu, banyak pula yang terkadang sedikit pemahaman yang keliru berkaitan dengan penambahan aditif pakan. Tidak jarang dilapang kini dijumpai berkaitan dengan penggunaan aditif pakan terhadap pakan yang sudah bagus kualitasnya. Jika hal ini dipertanyakan kenapa pakan yang sudah berkualitas kemudian masih ditambahkan aditif padahal penambahan aditif tersebut dapat menambah biaya produksi pakan. Yang perlu ditekankan adalah penggunaan aditif pakan tersebut itu digunakan pada pakan yang mempunyai kualitas rendah sehingga pakan yang berkualiatas rendah tersebut berpotensi untuk menjadi pakan yang berkualitas lebih baik. Akan tetapi tidak mutlak hal ini dilakukan dan bisa persis seperti itu, apalagi jika melihat lingkungan dan genetik yang mempunyai peranan besar dalam produksi ternak. Karen penambahan aditif pakan pada kondisi tersebut untuk menunjang produksi ternak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s