3 Prinsip Dalam Rumah Tangga

Standar

1Rumah tangga terbentuk karena ada kesepakatan antara kedua belah pihak yaitu suami dan istri yang mengawali terbentuknya sebuah rumah tangga. Selain itu Rumah Tangga mulai terbentuk dengan adanya sebuah ikatan suci yakni pernikahan. Jika kita sedikit merenungkan sebelum menikah tidak semua hal diketahui tentang kedalaman dari sifat, kepribadian dan lain sebagainya dari pasangan akan tetapi setelah menikah kita akan tahu lebih dalam semuanya. Tujuan dari pernikahan adalah bersama pasangan untuk beribadah kepada Tuhan. Harapannya pernikahan dapat mengantarkan kita jauh kedepan menuju SurgaNya.

Sejenan mengingat tentang rumah tangga sedikit mengutip dari Indahnya Pagi TVRI Bersama Ustadzah Hj Nurjanah yang menerangkan bahwa terdapat 3 prinsip dalam menjalankan roda rumah tangga yaitu prinsip ta’aruf, mitra / keterbukaan dan prinsip rumah tangga sebagai madrasah, rumah dan rumah sakit.

Dalam kehidupan rumah tangga tidak bisa dipungkiri suka duka itu akan berganti baik secara teratur ataupun tidak segala sesuatu tersebut tergantung dengan insan yang menjalankan roda rumah tangga tersebut. Adanya suka duka yang silih berganti ini adalah hal yang lumrah dan diharapkan hal ini justru menjadi sebuah seni dalam rumah tangga, menjadi sebuah pelajaran yang sangat berharga untuk dunia dan akhirat menjadi keluarga yang sakinah, mawadah wa rohmah.

Ketika kita bicara tentang ta’aruf, hal ini merupakan salah satu faktor administratif awal ketika sebelum menikah dan diperdalam setelah menikah. Dengan saling mengenal yang baik maka kita akan bisa saling memahami sehingga bisa saling tolong menolong dalam menjalankan roda rumah tangga ini. Inilah hal penting karena segala sesuatunya akan dimulai dari sini, ketika ada sebuah kecocokan antara 2 insan dengan tidak banyaknya ketimpangan yang ada, hal ini akan membantu cepatnya dalam proses pemahaman dan saling tolong menolong.

Beberapa hal yang pada umumnya mempengaruhi adalah latar belakang keluarga, pendidikan, lingkungan, materi dan sebagainya. Tidak bisa dipungkiri ketika ketimpangan yang ada terlalu jauh maka konflik itu akan mudah terjadi dan alot dalam penyelesaian setiap masalah karena sulitnya saling memahami sikon antar masing – masing.

Ketika memiliki latarbelakang yang hampir sama maka akan lebih mudah untuk memahami, saling tolong menolong, ada sebuah keterbukaan (pendidikan, perasaan, ekonomi dll) sehingga fungsi mitra dalam sebuah keluarga itu ada. Dengan menjadi mitra yang baik maka roda rumah tangga ini akan bisa semakin menjadi lebih baik, sehingga semuanya akan menjadi lebih baik tentunya dalam berlomba – lomba dalam kebaikkan.

Prinsip ketiga dalam sebuah rumah tangga adalam menjadikan rumah tangga sebagai madrasah, rumah dan rumah sakit. Sebagai pusat pendidikan awal keluarga dan anak – anak. Menjadi tempat anak berteduh, bercerita, mendapatkan sebuah solusi dan sebagainya. Oleh karena itu seorang ayah dan ibu harus mempunyai pendidikan yang baik sehingga bisa mendidik anak2 nya dengan baik.

Sesungguhnya dalam sebuah rumah tangga konflik itu tidak bisa dipungkiri, bukan pula untuk dihindari, akan tetapi menghadapi konflik dengan bijak. Salah satu hal yang bisa membuat bijak dalam menghadapi konflik adalah dengan kita bisa memahami pasangan. Mudah beradaptasi dengan pasangan sehingga setiap konflik yang ada akan lebih mudah untuk diselesaikan. Oleh karena itu mari bersama kita mengamalkan prinsip – prinsip dalam berumah tangga agar kita bisa menjadi lebih baik dan bisa menjadi pasangan dunia dan akhirat kelak.. Amiin…

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s